DEAL MESIR | Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melakukan kunjungan kenegaraan ke Mesir pada 17 Desember 2024. Kunjungan ini bertujuan untuk memperkuat hubungan diplomatik yang telah berlangsung selama lebih dari tujuh dekade antara Indonesia dan Mesir, sekaligus menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-11 Developing Eight (D-8).
Setibanya di Kairo, Presiden Prabowo disambut dengan upacara kenegaraan di Istana Kepresidenan Al Ittihadiya oleh Presiden Mesir, Abdel Fattah El-Sisi. Kedua pemimpin negara melakukan pertemuan bilateral yang membahas berbagai isu strategis, termasuk peningkatan kerja sama di bidang perdagangan, investasi, pendidikan, dan pertahanan.
Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo menegaskan komitmen Indonesia untuk mempererat hubungan bilateral dengan Mesir, yang merupakan salah satu mitra dagang utama Indonesia di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara.
Mesir, sebagai salah satu negara dengan ekonomi terbesar di Afrika, menjadi mitra strategis bagi Indonesia dalam perdagangan internasional. Data terakhir menunjukkan bahwa nilai perdagangan bilateral kedua negara mencapai USD 1,86 miliar pada 2023, dengan produk utama seperti minyak sawit, kopi, dan rempah-rempah dari Indonesia, serta produk kimia dan pupuk dari Mesir.
Presiden Prabowo menyampaikan harapan agar hubungan dagang ini dapat terus berkembang dengan pengurangan hambatan tarif dan penguatan kerja sama di sektor logistik serta infrastruktur.
Partisipasi dalam KTT D-8
Selain membahas hubungan bilateral, Presiden Prabowo juga berpartisipasi dalam KTT D-8, organisasi delapan negara berkembang yang berfokus pada peningkatan kerja sama ekonomi. Dalam forum ini, Presiden Prabowo menyampaikan pidato yang menyoroti pentingnya solidaritas dan inovasi untuk menghadapi tantangan global, seperti perubahan iklim dan ketahanan pangan.
Indonesia, yang akan memegang kepemimpinan D-8 pada 2026, berkomitmen untuk mendorong kerja sama yang lebih erat di sektor teknologi hijau dan perdagangan digital di antara anggotanya.
Mesir adalah negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945. Hubungan historis ini terus menjadi fondasi kuat dalam diplomasi kedua negara. Presiden Prabowo juga mengapresiasi kontribusi Mesir dalam mendukung berbagai inisiatif Indonesia di forum internasional, termasuk di Dewan Keamanan PBB.
Pesan Perdamaian dan Persahabatan
Dalam pernyataannya kepada media, Presiden Prabowo menekankan pentingnya peran Indonesia dan Mesir dalam mempromosikan perdamaian dan stabilitas di kawasan masing-masing. Ia juga menggarisbawahi perlunya kolaborasi untuk menghadapi ancaman global, seperti ekstremisme dan konflik geopolitik.
Kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo ke Mesir menandai babak baru dalam hubungan bilateral yang strategis. Melalui pertemuan bilateral dan partisipasi dalam KTT D-8, Indonesia dan Mesir diharapkan dapat memperkuat kerja sama di berbagai sektor, membuka peluang baru bagi perdagangan, investasi, dan diplomasi multilateral.
Kunjungan ini menjadi langkah nyata dalam visi Presiden Prabowo untuk memperluas peran Indonesia di kancah internasional, sekaligus mempererat hubungan dengan negara-negara sahabat di kawasan Timur Tengah. (ath)






