DEAL JAKARTA | Penunjukkan wakil menteri baru di Kementerian Keuangan, Kementerian Pertanian dan Kementerian Investasi/BKPM oleh Presiden Joko Widodo diharapkan membawa angin segar bagi upaya hilirisasi industri di Indonesia. Wakil Menteri yang baru, Thomas Djiwandono dan Sudaryono, keduanya dikenal sebagai sosok yang berpengalaman dalam bidang industri dan ekonomi, diharapkan dapat mempercepat proses hilirisasi dan memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional.
Dalam pidato pelantikannya, Thomas Djiwandono menyampaikan komitmennya untuk mendorong hilirisasi di berbagai sektor industri, termasuk pertambangan, pertanian, dan manufaktur. “Hilirisasi merupakan kunci untuk meningkatkan nilai tambah produk Indonesia di pasar global. Kami akan fokus pada pengembangan industri berbasis sumber daya alam yang kita miliki agar dapat memberikan manfaat maksimal bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Penunjukkan ini diharapkan dapat memperkuat kebijakan dan strategi pemerintah dalam mendorong hilirisasi. Sebagai langkah awal, Thomas telah mengadakan pertemuan dengan berbagai pelaku industri dan asosiasi untuk menyusun roadmap hilirisasi yang lebih konkret dan terarah. Fokus utama adalah pada peningkatan investasi di sektor industri hilir, pengembangan infrastruktur penunjang, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan dan pendidikan.
Para pengamat ekonomi menyambut baik penunjukkan ini dan optimis bahwa kehadiran wakil menteri baru akan membawa dampak positif bagi industri. “Dengan pengalaman dan visi yang dimiliki oleh Tomi, kita bisa berharap adanya akselerasi dalam proses hilirisasi. Ini penting agar kita tidak hanya menjadi pengekspor bahan mentah, tetapi juga mampu menghasilkan produk bernilai tambah tinggi yang bisa bersaing di pasar internasional,” kata Dr. Sutrisno, seorang pakar ekonomi dari Universitas Indonesia.
Di sisi lain, pelaku industri juga mengharapkan adanya kebijakan yang lebih proaktif dan insentif yang menarik untuk mendorong investasi di sektor hilir. “Kami berharap pemerintah dapat memberikan insentif pajak, kemudahan perizinan, dan dukungan infrastruktur yang memadai agar proses hilirisasi bisa berjalan lebih efektif dan efisien,” ungkap Budi Santoso, seorang pengusaha di sektor manufaktur.
Selain itu, pentingnya kolaborasi antara pemerintah, industri, dan akademisi juga diungkapkan sebagai kunci sukses hilirisasi. “Kami perlu bersinergi untuk menciptakan inovasi dan teknologi yang mendukung hilirisasi. Kerjasama ini akan memperkuat daya saing produk Indonesia di pasar global,” tambah Prof. Nina Sari, seorang peneliti dari Institut Teknologi Bandung.
Dengan penunjukkan Thomas Djiwandono sebagai Wakil Menteri Keuangan II, harapan besar ditumpukan pada percepatan hilirisasi yang dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Keberhasilan hilirisasi tidak hanya akan meningkatkan nilai tambah produk, tetapi juga menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. (ath)






