Keseriusan Alumni Mendukung Pelatihan Paralegal Online

DEAL PARALEGAL | Minggu lalu, semangat dan dedikasi tinggi terpancar dari para alumni pelatihan paralegal yang dengan penuh antusiasme mendukung pelatihan paralegal online bulan Mei. Acara yang berlangsung selama dua hari ini tidak hanya menjadi ajang berbagi ilmu dan pengalaman, tetapi juga menunjukkan komitmen para alumni dalam mendukung pendidikan hukum dan pemberdayaan calon-calon paralegal di seluruh Indonesia.

Pelatihan yang dimulai pada Selasa malam ini diadakan melalui platform Zoom, dengan peserta yang terdiri dari mahasiswa hukum dan masyarakat umum yang tertarik untuk memperdalam pengetahuan hukum mereka. Kegiatan ini dibuka oleh salah seorang alumni asal Manado Hans Kandow, menyampaikan apresiasinya kepada para alumni atas partisipasi dan kontribusi mereka. “Keterlibatan para alumni dalam pelatihan ini adalah bukti nyata kepedulian mereka terhadap pengembangan kualitas pendidikan hukum di Indonesia. Kami sangat bangga dan berterima kasih,” ujar Hans dengan penuh kebanggaan.

Read More

Sesi pertama dimulai dengan pemaparan dari bapak Alim Thonthowi, SHI, MH, CHRD, CPW, CIJ, CCC, CPSE seorang mantan hakim yang kini berprofesi sebagai konsultan paralegal di sebuah kantor hukum ternama di Medan dan Jakarta. Beliau menjelaskan dasar-dasar hukum yang harus dipahami oleh seorang paralegal, mulai dari penulisan dokumen hukum hingga etika profesi. “Paralegal adalah pilar penting dalam dunia hukum. Kalian harus memiliki dasar pengetahuan yang kuat dan selalu menjunjung tinggi etika dalam setiap langkah kalian,” kata bapak Alim dengan tegas.

Interaksi antara pembicara dan peserta sangat dinamis. Banyak peserta yang aktif bertanya, termasuk Baqi Laksmana, seorang mahasiswa semester akhir yang menanyakan tentang tantangan terbesar yang dihadapi oleh paralegal di lapangan. Menjawab pertanyaan ini, Bapak Alim berbagi pengalamannya dalam menangani berbagai kasus yang rumit dan menekankan pentingnya ketelitian dan kemampuan berkomunikasi. “Dalam banyak kasus, detail kecil bisa menjadi kunci. Oleh karena itu, ketelitian dan kemampuan berkomunikasi sangat penting,” tambahnya.

Pada sesi kedua, Steven Tamba, SH, seorang paralegal yang juga alumni, membahas tentang teknik pendampingan hukum untuk masyarakat kurang mampu. Beliau memberikan banyak contoh praktis dan strategi yang bisa digunakan oleh paralegal dalam membantu klien yang membutuhkan. “Sebagai paralegal, kalian harus bisa menjadi jembatan bagi mereka yang tidak memiliki akses keadilan. Ini adalah tanggung jawab moral yang harus kita pikul bersama,” ujar Steven dengan semangat.

Selain sesi pemaparan, pelatihan ini juga dilengkapi dengan simulasi kasus yang dipandu oleh beberapa alumni yang kini bergabung hukum quotes. Dalam simulasi ini, peserta dibagi ke dalam kelompok kecil untuk menyelesaikan kasus fiktif yang diberikan. Meskipun dilakukan secara online, suasana tetap terasa serius dan penuh antusiasme. Setiap kelompok harus menyusun strategi, mengumpulkan fakta, dan mempresentasikan solusi mereka.

Pada akhir pelatihan, para alumni memberikan pesan motivasi kepada para peserta. Ibu Ummi Harahap mengingatkan bahwa menjadi paralegal adalah sebuah panggilan mulia. “Jangan pernah meremehkan peran kalian. Kalian adalah pejuang keadilan bagi mereka yang tidak memiliki suara,” katanya. Sementara itu, Bapak Juliandi menekankan pentingnya kolaborasi dan terus belajar. “Dunia hukum selalu berkembang. Kita harus terus belajar dan berkolaborasi untuk menghadapi tantangan-tantangan baru,” tutupnya.

Pelatihan paralegal online minggu lalu menjadi bukti nyata keseriusan para alumni Lembaga Alwas Institute Indonesia dalam mendukung pendidikan dan pemberdayaan paralegal di Indonesia. Komitmen mereka tidak hanya ditunjukkan melalui waktu dan tenaga yang diberikan, tetapi juga melalui kualitas materi dan pengalaman yang dibagikan kepada para peserta. (ath)

Related posts