Azwar Maulana, SH: Manajemen Kantor Hukum itu Perlu

Selain sebagai paralegal, pria ini juga menjabat sebagai direktur harian kantor hukum paralegal Indonesia di Kota Medan, beliau baru saja dilantik pekan lalu secara langsung oleh direktur eksekutif dan pendiri LIMAS Institute sebagai perkumpulan paralegal Indonesia.

Kiprah pria ini tentu tidak diragukan dalam perkembangan advokasi hukum di Kabupaten Simalungun dan Kota Medan, sosok muda alumnus Fakultas Hukum STAI Pancabudi Perdagangan Kabupaten Simalungun itu, kini fokus menangani kasus-kasus hukum dan masyarakat sebagai paralegal. Lalu, bagaimana strategi dan misinya? Berikut wawancara tim pemberitaan www.deal-channel.com Jumat (14/7) lalu.

Read More

Assalamu’alaikum, apa kabar?

Wa’alaikumussalam, Alhamdulillah, kabar sehat dan tetap semangat.

Selamat, telah dilantik sebagai paralegal, apa perasaannya?

Iya, terima kasih, perasaan bahagia, puas dan tentu cemas karena harus berjuang mengembangkan program kerja kantor hukum ini.

Apa Anda yakin mampu?

Nah, itu harus saya buktikan dengan kerja nyata dan kerja ihlas, ini kantor baru dan pasti tantangan lebih besar dan keras, tapi saya yakin atas bimbingan bapak direktur eksekutif, pendiri perkumpulan paralegal dan Alwas Institute, semua bisa berjalan baik, awalnya pasti sulit tapi kalau dijalani akan terasa mudah.

Apa misi Anda?

Tentu sama seperti visi dan misi kantor hukum paralegal, visi dan misi Alwas Institute dan visi misi LIMAS Institute sebagai perkumpulan paralegal Indonesia.

Secara mudah dipahami, apa yang akan Anda kerjakan?

Pertama, saya akan fokus dulu mengembangkan kantor hukum paralegal sesuai dengan manajemen kantor hukum yang saya pelajari dalam pelatihan paralegal tahun lalu. Kedua, saya akan menjalankan program pelatihan baik online maupun tatap muka dengan promosi dan mencari peserta aktif. Ketiga, saya akan merekrut banyak anggota dan pengurus LIMAS Institute sebagai perkumpulan paralegal. Keempat, saya tentu akan mendampingi bapak direktur eksekutif melakukan advokasi kasus, bimbingan kasus dan konsultasi hukum.

Sejauh ini, bagaimana respon masyarakat terhadap paralegal?

Ya, saya lihat mereka respon baik, antusias di setiap pelatihan yang kami bimbing, setelah itu mereka ingin bergabung dan bekerjasama.

Apa kendala sekarang?

Tentunya karena peran kami masih baru belum banyak yang memahami kami, termasuk aparat penegak hukum juga masih belum paham paralegal, jadi kerja keras harus kami lakukan agar kami tidak direspon negatif.

Baik sekian dan terima kasih.

 

Related posts