Sekolah Islam Hampir Layu Sebelum Berkembang

beberapa yayasan pendidikan Islam di Indonesia, termasuk di wilayah Sumatera Utara, banyak layu sebelum berkembang, bahkan di antaranya ada yang mati suri.

DEAL FOKUS | Sekolah berbasis Islam baik itu madrasah ataupun pondok pesantren, hampir layu sebelum berkembang. Berbeda dengan lembaga pendidikan non muslim yang maju, modern, dan banyak menerima kucuran dana.

Fenomena tersebut harus diakui oleh setiap pihak yang beragama Islam, apalagi bagi orangtua yang anaknya dididik dan dibina dalam sekolah Islam di seluruh Indonesia.

Read More

“Memang ada beberapa sekolah Islam yang bagus, seperti pondok modern gontor, SDIT, SMP IT semua berbasis IT itu, kemudian lembaga pendidikan yang disumbang oleh pihak luar negeri seperti Mesir, Arab Saudi, Qatar, semua bagus, sisanya yang bersifat swadaya, layu sebelum berkembang,” kata Alim Thonthowi, pengamat dan analis dari Alwas Institute Indonesia kota Medan kepada www.deal-channel.com.

Menurut alumnus pesantren dan pernah mengenyam pendidikan di Riyadh Arab Saudi tersebut, sekolah Islam jika mau berkembang dan maju, harus bersinergi dengan pihak swasta dan professional. Jika tidak, pendiri yayasan Islam tersebut, akan tetap layu dan mati.

“Ya, mereka harus membuka diri bekerjasama dengan pihak swasta, pihak professional, melibat kaum professional, cendikiawan dan pengusaha muda muslim, jika tidak mereka akan mati, karena capek mencari-cari dana di sana sini,” papar Alim.

Ada beberapa yayasan pendidikan Islam yang mati suri karena kekurangan dana dan tidak ada siswa, pendiri merasa capek karena tidak ada yang mau menyumbang. Akhirnya mereka mengajukan proposal ke sana sini guna menyambung hidup yayasan itu.

Hal tersebut, dinilai tidak efektif dan merendahkan harkat martabat pendidikan Islam di Indonesia, padahal Kementerian Agama sebagai pihak pemerintah bertanggung jawab memperhatikan semua lembaga pendidikan Islam di Indonesia.

Menurut Prof. Dr. Suyitno, salah seorang pejabat di Kementerian Agama Jakarta, tanggung jawab pendidikan Islam oleh pihak pemerintah memang Kementerian Agama, namun ada beberapa pendiri yayasan Islam yang bergerak di bidang pendidikan madrasah tidak melaporkan sekolahnya kepada pihak Kementerian Agama. Alhasil, mereka tidak perpantau, baik dari aspek pengelolaan maupun pendanaan.

Kini, beberapa yayasan pendidikan Islam di Indonesia, termasuk di wilayah Sumatera Utara, banyak layu sebelum berkembang, bahkan di antaranya ada yang mati suri. (jm/my)

Related posts