DEAL EKBIS | Sebagaimana dilansir Reuters, Menteri Keuangan AS Janet Yellen pada hari Minggu memperingatkan bahwa kegagalan kongres untuk mengambil tindakan atas pagu hutang atau ambang batas hutang dapat memicu “krisis konstitusional”, dengan konsekuensi pada pasar keuangan dan tingkat suku bunga.
Yellen dalam sebuah wawancara dalam acara “This Week” di ABC News mengatakan bahwa negosiasi pagu hutang tidak boleh dilakukan “dengan menodongkan pistol kepada kepala rakyat Amerika,” dan mengulangi peringatan bahwa AS dapat mengalami gagal bayar hutang paling cepat pada tanggal 1 Juni mendatang.
“Ini akan menjadi pertama kalinya di Amerika bahwa kita akan gagal melakukan pembayaran hutang yang telah jatuh tempo,” tegas Janet.
Yellen juga menyatakan bahwa perlu menaikkan pagu hutang untuk menghindari bencana ekonomi. Walaupun AS terancam gagal bayar hutang, tetapi Yellen masih yakin dengan kinerja perbankan di AS.
“Saya memiliki keyakinan akan kekuatan sistem perbankan secara keseluruhan,” sambungnya.
Wakil Menteri Keuangan Wally Adeyemo juga membunyikan alarm pada hari Minggu tentang risiko gagal bayar selama wawancara di MSNBC “The Sunday Show.”
“Gagal bayar adalah bencana besar bagi Amerika Serikat,” kata Adeyemo. “Jika kita gagal membayar hutang, hal itu akan berdampak buruk pada tingkat suku bunga,” sambungnya.
Presiden AS Joe Biden akan bertemu di Gedung Putih pada tanggal 9 Mei 2023 besok dengan Ketua DPR dari Partai Republik Kevin McCarthy, Pemimpin Minoritas Senat dari Partai Republik Mitch McConnell dan para petinggi Partai Demokrat, untuk memulai negosiasi yang menegangkan selama beberapa minggu sebelum AS kehabisan uang untuk membayar tagihan-tagihannya pada tanggal 1 Juni 2013 mendatang.
Negeri Paman Sam itu memiliki hutang yang nilainya sudah melebihi ambang batas US$ 31,4 triliun yakni mencapai US$ 31,45 triliun. Bengkaknya hutang AS, dipicu oleh pandemi Covid-19. Saat itu, pemerintah AS harus menggelontorkan stimulus US$ 5 triliun untuk menyelamatkan perekonomian. (BN)






