DEAL PALEMBANG | Penjualan buku bergenre hukum kurang diminati para pembaca tahun ini, hal itu tampak dari beberapa hasil penerbitan buku yang minim genre hukum, baik di toko buku besar ataupun toko buku berbasis online.
Catur Sungkono, pendiri penerbit halaman moeka publishing di Bogor menyampaikan keluhan tersebut. Menurutnya, genre buku berbasis hukum kurang diminati pembaca termasuk para mahasiswa fakultas hukum itu sendiri, hal itu disebabkan banyaknya buku berbasis online (ebook) yang mudah diakses dan murah harganya.
Pernyataan lainnya disampaikan oleh Isya Thonthowi alias iis, manajer humas penerbit Alwas Mart Media Cabang Palembang itu mengatakan, saat ini genre yang laku di pasaran ialah novel anak muda yang berkisah horror, pengalaman pribadi dan percintaan. Selain itu buku-buku bernilai sejarah dan biografi tokoh terkenal.
“Ya, seperti biografi Buya Hamka, Mohammad Hatta dan tokoh-tokoh inspirasi lainnya, itu bernilai jual, ada juga buku sejarah yang dikemas seperti novel juga bagus,” kata iis kepada www.deal-channel.com pada Kamis (04/05) siang.
Kurangnya buku bergenre hukum selain membosankan, menurut Isya juga terlalu serius dan berat bagi pembaca, walaupun ia tidak menapik bahwa buku hukum masih ada yang mencari dan membacanya.
“Ya, tentu ada saja yang mau membeli dan membacanya seperti dosen hukum, pengacara, hakim dan professional hukum lainnya, ada juga mahasiswa hukum S2 dan S3, mereka masih mencari buku-buku hukum,” papar alumni Universitas South Carolina Amerika Serikat itu.(ba)






