DEAL JAKARTA | Pada perdagangan Jumat (28/04/2023) lalu, mayoritas bursa Asia ditutup menguat. Hal ini disebabkan oleh Bank Sentral Jepang (BoJ) mempertahankan suku bunga acuannya di level -0.1%.
Bursa Indeks Jepang, Nikkei 225 ditutup menguat 1.4% ke level 28,856.44, Shanghai Composite China naik 1.14% ke 3,323.27, Hang Seng Hong Kong naik 0.27% ke 19,894.57, Nifty 50 India naik 0.84% ke 18,065 dan Kospi Korea Selatan naik 0.23% ke level 2,501.53.
Sayangnya penguatan di beberapa bursa Asia tidak diikuti Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) milik Indonesia.
IHSG ditutup melemah 0.43% atau turun 29.76 poin ke level 6,915.72.
Sektor Industrial menjadi beban dengan turun 1.58%, diikuti sektor lain seperti Energi turun 0.28%, Infrastruktur turun 0.23% dan Keuangan turun 0.12%. Walaupun sektor lain menguat seperti Teknologi dan Kesehatan yang masing-masing menguat 1.17%, Transportasi naik 1.04%, Properti naik 0.9%Â diikuti sektor Cyclical, Non-Cyclical dan Basic-Industri yang menguat 0.21%, 0.95% dan 0.86%.
Melemahnya IHSG juga diikuti oleh SET Thailand yang turun 0.14% ke level 1,529.12, KLCI Malaysia turun 0.15% ke 1,415.95 dan STI Singapura turun 0.35% ke 3,270.51.
Terbangnya bursa Asia terjadi di tengah melambatnya perekonomian AS pada kuartal pertama tahun ini.
Produk Domestik Bruto(GDP) yang rilis lebih rendah dari estimasi menjadi 1.1% dari perkiraan 2% secara tahunan.
Melambatnya perekonomian disebabkan oleh melemahnya minat investasi. Suku bunga di AS yang tinggi menyebabkan bunga pinjaman naik yang membuat pebisnis tidak mau meminjam untuk melakukan ekspansi bisnis. Perlu diketahui suku bunga acuan AS berada di level 5.00%. (BAS)








