DEAL PROFIL | Trem Kolkata masih menyusuri sejumlah ruas jalan kota dengan gerak yang tenang. Kendaraan yang telah melewati pergantian zaman itu kini memiliki arti lebih luas daripada sekadar angkutan umum karena keberadaannya menjadi salah satu simbol sejarah Kolkata.
Kolkata dikenal sebagai satu-satunya kota di India yang hingga kini masih mempertahankan layanan trem. Sistem transportasi tersebut memiliki sejarah sejak abad ke-19, ketika trem pertama di Calcutta mulai beroperasi dengan tenaga kuda pada 1873.
Trem listrik kemudian mengubah wajah transportasi kota. Operasi listrik berkembang pada awal abad ke-20 dan menjadikan trem sebagai salah satu sarana penting untuk menghubungkan kawasan-kawasan Kolkata.
Pemerintahan kolonial Inggris memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan infrastruktur kota. Pada masa Calcutta menjadi pusat pemerintahan British India, jaringan transportasi berkembang seiring pertumbuhan aktivitas perdagangan dan administrasi.
Trem Kolkata kini menghadapi persaingan berat dari sistem transportasi modern. Metro, bus, kendaraan pribadi, dan layanan transportasi berbasis aplikasi menawarkan kecepatan serta fleksibilitas yang sulit ditandingi trem.
Wisatawan justru memberikan kehidupan baru bagi kendaraan tersebut. Perjalanan dengan trem menawarkan pengalaman berbeda karena penumpang dapat menikmati suasana jalanan Kolkata tanpa terburu-buru.
Museum trem juga membantu mempertahankan ingatan tentang sejarah kendaraan tersebut. Smarnika, museum yang berada di dalam trem bersejarah, menyimpan berbagai informasi dan benda yang menggambarkan perkembangan trem Kolkata dari masa ke masa.
Jalur trem yang tersisa memang tidak sebanyak dahulu. Penyusutan jaringan tersebut menjadi tanda bahwa transportasi tradisional harus berhadapan dengan perubahan kebutuhan kota yang semakin cepat.
Bangunan bersejarah di sejumlah kawasan Kolkata membuat perjalanan menggunakan trem terasa seperti menyusuri lorong waktu. Penumpang dapat menyaksikan gedung lama, pasar, kawasan perdagangan, dan kehidupan warga dari balik jendela kendaraan.
Kota Kolkata memiliki keunikan karena peninggalan kolonial dan kebudayaan lokal hidup berdampingan. Trem menjadi salah satu elemen yang mempertemukan kedua karakter tersebut dalam satu perjalanan.
Trem tua mungkin dianggap tidak praktis jika dibandingkan kendaraan modern. Namun justru kecepatannya yang rendah memberikan kesempatan kepada pengunjung untuk menikmati detail kota yang sering terlewat ketika menggunakan kendaraan yang melaju cepat.
Warisan British India di Kolkata ternyata tidak semuanya berupa bangunan monumental. Sebagian sejarah justru masih bergerak setiap hari di atas rel, melewati jalan yang dipenuhi aktivitas masyarakat.
Wisatawan yang menaiki trem mendapatkan lebih dari sekadar perjalanan. Mereka memperoleh pengalaman melihat Kolkata dari perspektif yang berbeda—lebih lambat, lebih dekat, dan lebih terasa sebagai perjalanan menyusuri sejarah.
Trem Kolkata kini berada di persimpangan antara kebutuhan transportasi dan pelestarian warisan budaya. Keberadaannya mungkin semakin terbatas, tetapi nilai historisnya justru semakin menonjol.
Kolkata terus berkembang dengan jaringan metro dan kendaraan modern. Namun di tengah perubahan tersebut, trem tua tetap memberikan pesan sederhana: tidak semua peninggalan masa lalu harus disingkirkan demi masa depan.
Trem Kolkata akhirnya menjadi memori yang masih bergerak. Bagi masyarakat, ia adalah bagian dari sejarah kota; bagi wisatawan, ia menawarkan kesempatan untuk merasakan Kolkata dengan cara yang tidak dapat diberikan oleh transportasi modern. (ath)
Pastikan anda terus menerima berita update dari Deal Channel dan Alwas Mart Media melalui Whatsapp Channel:
Channel Whatsapp Deal Channel






