Pesona Masjid Quba Menjelang Isya

Suasana Masjid Quba menjelang Isya menghadirkan keheningan, cahaya, dan pengalaman spiritual khas Kota Madinah. Dok : Deal Channel

DEAL FOKUS | Madinah — Menjelang waktu Isya, Masjid Quba perlahan berubah menjadi ruang hening yang dipenuhi cahaya dan doa. Matahari yang tadi menggantung rendah di ufuk barat telah sepenuhnya tenggelam, menyisakan langit Madinah yang berlapis biru tua, seakan menjadi kanvas sunyi bagi gema azan yang akan segera berkumandang.

Di pelataran masjid tertua dalam sejarah Islam itu, langkah-langkah jamaah berdatangan tanpa tergesa. Ada yang berjalan pelan, ada pula yang berhenti sejenak, memandangi kubah-kubah putih yang memantulkan cahaya lampu senja. Masjid Quba tak sekadar berdiri sebagai bangunan ibadah, tetapi sebagai saksi perjalanan hijrah Rasulullah ﷺ—tempat pertama yang ditegakkan di atas takwa, sebagaimana termaktub dalam sejarah dan ayat-ayat suci.

Read More

Angin malam Madinah berembus lembut, membawa kesejukan yang merayap hingga ke relung dada. Di sela desir angin itu, lantunan zikir lirih terdengar dari jamaah yang duduk bersila, mempersiapkan hati sebelum shalat malam dimulai. Wajah-wajah dari berbagai bangsa menyatu dalam satu arah, satu niat, satu kesadaran bahwa mereka sedang berpijak di tanah yang diberkahi.

Cahaya lampu Masjid Quba mulai menyala sempurna menjelang Isya, menegaskan garis-garis arsitektur yang sederhana namun anggun. Pilar-pilar kokoh tampak seolah memeluk jamaah, sementara halaman luas masjid menjadi ruang perjumpaan antara keheningan dan harap. Di saat itulah, Madinah terasa begitu dekat—bukan hanya secara geografis, tetapi secara spiritual.

Tak sedikit jamaah yang memilih berdiam lebih lama, menanti azan Isya dengan doa-doa yang mengalir tanpa suara. Mereka sadar, shalat di Masjid Quba menyimpan keutamaan tersendiri; dua rakaat di tempat ini disebut setara dengan pahala umrah. Namun lebih dari itu, suasana menjelang Isya menghadirkan pengalaman batin yang sulit diungkapkan dengan kata-kata—sebuah perjumpaan sunyi antara hamba dan Tuhannya.

Ketika azan Isya akhirnya menggema, suara muazin meluncur lembut, memantul di dinding masjid dan menyusup ke lorong-lorong hati. Jamaah berdiri serempak, barisan dirapikan, dan Madinah kembali menyatu dalam satu ritme ibadah. Pada detik-detik itulah, Masjid Quba menampakkan pesonanya yang paling jujur: kesederhanaan yang memuliakan, keheningan yang menguatkan, dan cahaya malam yang menuntun jiwa pulang kepada ketenangan.

Di Masjid Quba, menjelang Isya bukan sekadar pergantian waktu. Ia adalah undangan lembut untuk berhenti sejenak dari hiruk-pikuk dunia, dan merasakan bahwa iman, pada akhirnya, selalu menemukan rumahnya dalam keheningan. (ath)

 

Pastikan anda terus menerima berita update dari Deal Channel dan Alwas Mart Media melalui Whatsapp Channel:
https://whatsapp.com/channel/0029VaFToFG8kyyGpriTkR0G

Related posts