DEAL RILEKS | Di tengah kepanikan dan kesedihan akibat banjir yang merendam Desa Huta Lombang, Kabupaten Padang Lawas Utara, sebuah pemandangan menggetarkan hati muncul di pelataran Masjid Nurul Iman. Air masih menggenang setinggi betis, lumpur menempel di lantai, dan suara hujan yang terus turun menambah kecemasan warga. Namun justru di tempat inilah banyak orang menemukan kembali ketenangan—meski hanya sejenak—untuk mengatur napas dan menenangkan hati di tengah musibah yang mengguncang kehidupan mereka.
Masjid Nurul Iman, yang selama ini menjadi pusat ibadah dan kegiatan masyarakat, kini berubah menjadi lokasi berkumpulnya warga yang mengungsi sementara. Sejak banjir datang secara tiba-tiba pada malam hari, puluhan keluarga berlarian menuju masjid karena letaknya yang sedikit lebih tinggi dibanding pemukiman sekitar. Meskipun sebagian lantai masjid ikut terendam, bangunan itu tetap menjadi tempat paling aman dan paling menenangkan bagi warga desa.
Di dalam masjid, suasananya hening meski penuh manusia. Anak-anak duduk berdekapan di samping ibunya, sementara para lelaki berkelompok kecil membicarakan kondisi rumah masing-masing yang sebagian besar rusak terendam. Ada pula warga yang terbata membaca doa, berusaha menenangkan hati yang dilanda rasa cemas dan kehilangan. Di tengah getaran air yang masih mengalir pelan, suara azan maghrib yang direkam lewat pengeras suara sederhana mengisi ruangan, menghadirkan nuansa spiritual yang meredakan kepanikan.
Beberapa warga mengatakan bahwa masjid menjadi tempat pertama yang terlintas ketika air mulai memasuki rumah mereka. “Walau air masuk juga, tapi hati lebih tenang di sini,” ujar seorang warga setempat. Masjid bukan hanya tempat berlindung, tetapi juga tempat penguatan mental. Banyak warga merasa bahwa bersama-sama di dalam rumah ibadah membuat mereka lebih kuat menghadapi cobaan.
Relawan lokal dan pemuda masjid bergerak cepat menyiapkan alas seadanya, membagikan air minum, serta membantu warga lanjut usia yang kesulitan bergerak. Mereka membersihkan sebagian lumpur yang masuk agar area dalam masjid tetap layak digunakan. Momen ini menjadi pengingat tentang solidaritas yang tumbuh dari akar komunitas, menunjukkan bahwa manusia selalu menemukan cara untuk saling menolong meski dalam kondisi paling sulit.
Di sisi lain, keberadaan masjid sebagai tempat untuk menenangkan hati memberikan pelajaran penting bahwa kesiapan fasilitas ibadah di daerah rawan bencana perlu diperkuat. Masjid sering kali menjadi lokasi pengungsian pertama karena dianggap aman, dekat, dan memiliki nilai spiritual yang menenangkan. Pemerintah daerah dan organisasi keagamaan perlu memastikan masjid-masjid di wilayah rawan banjir memiliki kelengkapan mitigasi seperti alat komunikasi darurat, fasilitas kebersihan, serta persediaan logistik dasar.
Bencana banjir di Huta Lombang telah merusak puluhan rumah dan memutus akses jalan desa. Namun, di balik kerusakan itu, Masjid Nurul Iman berdiri sebagai simbol pengharapan—tempat di mana warga dapat beristirahat sejenak dari kecemasan dan menemukan kedamaian dalam doa. Suasana kebersamaan yang tercipta di dalam masjid menjadi bukti bahwa di tengah musibah, manusia selalu mencari cahaya, dan sering kali cahaya itu hadir dari tempat-tempat yang selama ini tidak kita perhatikan: ruang ibadah yang sederhana, tangan-tangan yang saling membantu, serta keyakinan bahwa badai pasti berlalu. (ath)
Pastikan anda terus menerima berita update dari Deal Channel dan Alwas Mart Media melalui Whatsapp Channel:
https://whatsapp.com/channel/0029VaFToFG8kyyGpriTkR0G








