Wapres Gibran Apresiasi Ziarah Roy Suryo ke Makam Keluarga — “Makam Terbuka, Siapa Saja Boleh Berziarah”

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memberikan keterangan usai melakukan panen budidaya lobster di Balai Perikanan Budidaya Laut di Batam, Kepulauan Riau, Rabu (10/9/2025). ANTARA/Mentari Dwi Gayati/am
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memberikan keterangan usai melakukan panen budidaya lobster di Balai Perikanan Budidaya Laut di Batam, Kepulauan Riau, Rabu (10/9/2025). ANTARA/Mentari Dwi Gayati/am

DEAL NASIONAL | Indonesia — Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka memberikan tanggapan resmi atas kunjungan yang dilakukan oleh Roy Suryo bersama dr. Tifa ke makam keluarga Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi). Kunjungan tersebut menarik perhatian publik dan media sosial setelah beredar video ziarah ke makam kakek-nenek Presiden Jokowi di Karanganyar, Jawa Tengah. Gibran menyebutkan bahwa ziarah tersebut adalah hal yang positif, serta menyatakan terbuka bagi siapa saja untuk berziarah ke makam keluarga tersebut.

Berikut laporan lengkap, dengan rincian tanggapan, latar belakang kunjungan, serta respon publik dan media.

Read More

 

Tanggapan Gibran: “Terima kasih atas perhatian”

Melalui pernyataan tertulis yang diterima media, Gibran menyampaikan apresiasi atas kunjungan Roy Suryo dan dr. Tifa ke makam keluarganya. Ia berkata:

“Saya atas nama pribadi dan keluarga mengucapkan terima kasih atas perhatian Pak Roy Suryo dan Ibu Dokter Tifa yang sudah sengaja datang melakukan ziarah kubur dan mendoakan Kakek Nenek kami tercinta yang telah tiada.” ucap wapres Gibran Rakabuming Raka.

Ia juga menegaskan bahwa makam keluarga tersebut bersifat terbuka, “Makam tersebut adalah makam keluarga, siapa pun boleh melakukan ziarah kubur dan mendoakan almarhum kakek dan almarhumah nenek kami.”

Dalam konteks itu, Gibran tampak merespons dengan sikap terbuka dan penuh penghormatan, tanpa menunjukkan keberatan atas niat datang untuk membaca doa dan penghormatan kepada leluhurnya.

 

Kronologi & Kontroversi Kunjungan

Lokasi dan waktu

Berdasarkan data yang dihimpun, makam keluarga Jokowi berada di kawasan Selokaton, Gondangrejo, Karanganyar, Jawa Tengah. (ANTARA News) Roy Suryo bersama dr. Tifa datang mengunjungi makam tersebut dan aksi itu menjadi viral usai video ziarah mereka dipublikasikan di kanal YouTube Refly Harun. (detiknews)

Kontroversi pernyataan dr. Tifa

Salah satu elemen yang memicu perdebatan publik adalah pernyataan dr. Tifa yang menyebutkan bahwa mendiang Sudjiatmi Notomihardjo “bukanlah ibu kandung dari Jokowi.” Pernyataan semacam itu segera menuai kritik dan pertanyaan dari berbagai pihak, karena dianggap menyentuh aspek privasi dan identitas keluarga Presiden. (ANTARA News)

Media CNBC Indonesia menulis bahwa meskipun kunjungan tersebut mendapat kritik, Wapres Gibran tetap menunjukkan apresiasi dan menerima bahwa makam keluarga memang milik publik untuk dikunjungi:

“Ia mengizinkan siapa pun berziarah dan … mengapresiasi kunjungan Roy Suryo ke makam keluarga Jokowi.” (CNBC Indonesia)

Media Detik juga mengungkap bahwa Gibran menyatakan makam tersebut adalah milik keluarga dan membuka akses untuk publik:

“Makam tersebut adalah makam keluarga, siapa pun boleh melakukan ziarah kubur …” (detiknews)

Polemik ini kemudian dibahas luas di media sosial, dengan sebagian kalangan menyoroti aspek norma dan etika dalam berkomentar mengenai keluarga Presiden, sementara sebagian lainnya memandang bahwa tindakan mendoakan itu sah saja dalam tradisi ziarah.

 

Implikasi Publik & Narasi di Media Sosial

Reaksi publik

Di media sosial, tanggapan beragam muncul terkait ziarah ini. Sebagian warganet menyampaikan bahwa kunjungan tersebut wajar dan merupakan bentuk penghormatan. Namun sebagian lain mengkritik bahwa pernyataan kontroversial (seperti klaim dr. Tifa) bisa memancing polemik yang tidak perlu. Isu legitimasi dan batasan dalam membahas keluarga pejabat publik pun muncul kembali dalam diskusi daring.

Peran media dalam peredaran berita

Publikasi video ziarah oleh kanal YouTube Refly Harun menjadi pemicu utama viralnya kunjungan ini. Setelah video tersebar luas, media daring seperti Detik, CNBC Indonesia, dan ANTARA segera memberitakan tanggapan pihak terkait. Kecepatan media daring dalam mengonfirmasi dan menyajikan tanggapan resmi (seperti dari Gibran) berperan penting dalam meredam potensi misinformasi.

Strategi komunikasi Gibran

Dengan merespons secara terbuka dan menghargai niat baik — tanpa menanggapi kontroversi secara berlebihan — Gibran tampak berusaha menjaga citra sebagai pejabat yang transparan dan santun. Penyampaian bahwa makam “terbuka bagi siapa pun” bisa dijadikan pesan publik bahwa tak perlu ada kesan larangan atau konflik dalam konteks ziarah keluarga.

 

Penutup

Kunjungan Roy Suryo dan dr. Tifa ke makam keluarga Jokowi memang memancing perhatian publik dan media. Namun tanggapan Wapres Gibran Rakabuming Raka yang memilih sikap terbuka dan penuh apresiasi bisa membantu meredam ketegangan narasi. Dengan menyebut makam sebagai tempat yang bisa dikunjungi siapa pun, Gibran mengedepankan nilai penghormatan dan keterbukaan. Meski begitu, pernyataan kontroversial di balik aksi ziarah tetap memicu diskusi tentang batasan etika dan kewajaran dalam membahas keluarga publik. (wam)

 

Pastikan anda terus menerima berita update dari Deal Channel melalui Whatsapp Channel:
https://whatsapp.com/channel/0029VaFToFG8kyyGpriTkR0G

 

Sumber Referensi :

  • ANTARA News — “Wapres Gibran tanggapi Roy Suryo ziarah ke makam keluarganya”
  • Detik — “Roy Suryo dkk Ziarah ke Makam Ortu Jokowi di Solo, Gibran Bilang Begini”
  • CNBC Indonesia — “Wapres Buka Suara Soal Kunjungan Roy Suryo ke Makam”

Related posts