ASPRINDO Gandeng Kemendes Perkuat Ekosistem Kampung Industri Dukung Asta Cita Presiden

Asprindo menjalin kerja sama dengan Kemendes PDT memantapkan Kampung Industri. Foto/istimewa
Asprindo menjalin kerja sama dengan Kemendes PDT memantapkan Kampung Industri. Foto/istimewa
DEAL NASIONAL | Asosiasi Pengusaha Bumiputera Nusantara Indonesia (ASPRINDO) resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT). Kesepakatan ini memperkuat program Kampung Industri berbasis desa yang sejalan dengan Asta Cita ke-6 Presiden Prabowo Subianto untuk mendorong pemerataan ekonomi nasional dari desa.
“Kampung Industri akan menjadi bentuk kolaborasi multipihak yang melibatkan pengusaha, pemerintah, akademisi, serta masyarakat desa,” ujar Ketua Umum ASPRINDO Jose Rizal setelah penandatanganan MoU (JPNN).

Sinergi Multipihak untuk Digitalisasi Ekonomi Desa

Kerja sama ini menitikberatkan pada pengembangan:

  • Ekosistem Kampung Industri yang terintegrasi di desa
  • Teknologi digital untuk pemasaran dan distribusi produk lokal
  • Pemberdayaan UMKM melalui bimbingan langsung dari pengusaha ASPRINDO

Langkah ini diharapkan memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan akses pasar bagi masyarakat desa, khususnya di wilayah tertinggal (Koran Pelita).

Read More

Pilot Project di Perikanan dan Ekspansi ke Sektor Pertanian

ASPRINDO memulai pilot project Kampung Industri sektor perikanan di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur. Delapan desa dilibatkan melalui kemitraan dengan koperasi dan dukungan dari UNIDO lewat program GQSP untuk meningkatkan kualitas hasil perikanan.

“Jika Kampung Industri di bidang pertanian dan peternakan mulai berjalan, kami harap bisa bekerja sama juga dengan Kementerian Pertanian,” tambah Jose Rizal.

Visibilitas Nasional dan Dukungan Kebijakan Pemerintah

ASPRINDO menargetkan program ini diresmikan secara nasional oleh Presiden Prabowo sebagai bagian dari visi Indonesia Emas 2045. Setiap Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) ASPRINDO akan ditugaskan membina minimal satu Kampung Industri di masing-masing provinsi.

Kemendes PDTT turut menyatakan bahwa inisiatif ini mendukung strategi “Bangun Desa, Bangun Indonesia” dengan menggandeng lebih dari 15 mitra strategis dalam mewujudkan Asta Cita (Antara Megapolitan).

Dampak Program dan Tantangan Implementasi

Dampak potensial:

  • Peningkatan ekonomi desa dan daya saing UMKM lokal
  • Akses pasar melalui digitalisasi dan pelatihan kewirausahaan
  • Model kolaboratif pemerintah-swasta untuk pengentasan kemiskinan

Tantangan utama: pendanaan, literasi digital masyarakat, dan keberlanjutan pelatihan teknis. Dukungan akademik dari IPB dan Universitas Hasanuddin akan membantu penguatan kapasitas lokal dalam implementasi.

Kesimpulan

Program Kampung Industri yang digagas ASPRINDO dan Kemendes menjadi langkah konkret membumikan Asta Cita ke-6. Digitalisasi, kolaborasi multipihak, dan penguatan UMKM adalah kunci membangun desa sebagai poros pertumbuhan ekonomi nasional masa depan.

Related posts