DEAL NASIONAL | Kerinduan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto terhadap nasi goreng buatan Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri, kembali mencuat. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) mengonfirmasi hal tersebut dan menyatakan bahwa saat ini tengah diupayakan penjadwalan untuk mempertemukan kedua tokoh politik tersebut.
Kisah nasi goreng Megawati bukan sekadar soal hidangan biasa, melainkan simbol kehangatan hubungan politik di tengah dinamika persaingan. Dalam beberapa pertemuan sebelumnya, Megawati kerap menyajikan nasi goreng khas buatannya kepada Prabowo, yang bahkan mendapat pujian dan menjadi topik perbincangan hangat.
Momen tersebut tidak hanya mencerminkan hubungan baik, tetapi juga menjadi simbol bahwa politik tidak selalu diwarnai ketegangan. Ada ruang untuk saling menghormati dan mengakui kehangatan di tengah perbedaan.
Pertemuan yang tengah dijadwalkan itu diharapkan mampu mencairkan suasana politik nasional dan mempererat hubungan antara Partai Gerindra dan PDI Perjuangan. Masyarakat pun menantikan kelanjutan dari tradisi “politik nasi goreng” yang selalu menjadi sorotan.
Â
Prabowo Subianto Rindu Nasi Goreng Megawati
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) mengungkapkan bahwa Menteri Pertahanan Prabowo Subianto merindukan nasi goreng buatan Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri. Kerinduan ini mencerminkan hubungan hangat antara dua tokoh besar Indonesia yang pernah bersaing dalam kontestasi politik.
“Pak Prabowo menyampaikan kerinduannya terhadap nasi goreng Ibu Mega. Kami sedang mengatur waktu yang tepat untuk pertemuan mereka,” ujar Mensesneg dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (9/5/2025).
Kerinduan Prabowo terhadap nasi goreng Megawati bukanlah hal baru. Pada pertemuan mereka sebelumnya di kediaman Megawati di Jalan Teuku Umar, Jakarta, pada 24 Juli 2019, Prabowo memuji nasi goreng buatan Megawati sebagai “luar biasa” dan bahkan menambah porsi meski diingatkan untuk diet.
Â
Diplomasi Nasi Goreng: Simbol Persatuan
Megawati dikenal dengan istilah “politik nasi goreng” yang digunakannya untuk mencairkan suasana dalam pertemuan politik. Dalam pertemuan dengan Prabowo pada 2019, Megawati menyatakan bahwa nasi goreng buatannya mampu meluluhkan hati lawan politik.
“Kalau seorang perempuan pemimpin dan politisi, rupanya ada bagian yang sangat mudah meluluhkan hati laki-laki, nah itu namanya politik nasi goreng yang ternyata ampuh,” kata Megawati saat memberikan keterangan kepada pers di Jakarta, Rabu (24/7/2019).
Pertemuan tersebut tidak hanya diwarnai dengan hidangan lezat, tetapi juga dengan diskusi mendalam mengenai masa depan bangsa. Keduanya sepakat bahwa perbedaan pendapat adalah hal yang biasa dalam demokrasi dan tidak perlu diperpanjang.
Â
Menanti Pertemuan Selanjutnya
Dengan kerinduan Prabowo terhadap nasi goreng Megawati yang kembali mencuat, publik menantikan pertemuan selanjutnya antara kedua tokoh ini. Pertemuan tersebut diharapkan dapat mempererat hubungan antara Partai Gerindra dan PDI Perjuangan serta memberikan dampak positif bagi stabilitas politik nasional.
“Kami berharap pertemuan ini dapat segera terwujud dan menjadi momentum untuk memperkuat persatuan di tengah dinamika politik yang ada,” ujar Mensesneg.
Kisah nasi goreng ini menjadi simbol bahwa di balik perbedaan politik, terdapat nilai-nilai kebersamaan dan persaudaraan yang dapat menyatukan para pemimpin bangsa demi kepentingan rakyat Indonesia. (wam)
Referensi:
- “Prabowo Puji Nasi Goreng Buatan Mega: Luar Biasa, Saya Sampai Nambah!” – detikNews (detiknews)
- “Megawati lakukan ‘politik nasi goreng’ kepada Prabowo” – ANTARA News (Antara News)
- “Politik Nasi Goreng ala Megawati yang Meluluhkan Prabowo” – Tempo.co (Tempo Nasional)
- “Cerita Megawati, Prabowo, dan Nasi Goreng…” – Kompas.com (KOMPAS.com)








