DEAL FOKUS | Pasca gegap gempita Hari Raya Idulfitri, suasana Ibu Kota Nusantara (IKN) menunjukkan wajah yang berbeda. Di balik hiruk-pikuk pembangunan, alam IKN justru menyuguhkan ketenangan yang menyejukkan mata dan jiwa. Banyak pemudik dan wisatawan lokal yang memilih bertahan sejenak di kawasan ini, menikmati lanskap hijau dan udara segar yang menjadi ciri khas kawasan inti pusat pemerintahan masa depan Indonesia.
Hamparan hutan tropis yang mengelilingi IKN kini menjadi daya tarik tersendiri. Beberapa spot alami seperti kawasan Bukit Bengkirai, Teluk Balikpapan, hingga Sungai Wain, ramai dikunjungi pascalebaran. Banyak keluarga memanfaatkan momen libur tambahan untuk berpiknik, berfoto, hingga menyusuri jalur trekking ringan yang mulai ditata pemerintah dan komunitas lokal.
“Alamnya luar biasa. Udara bersih, suasana tenang. Setelah lelah bersilaturahmi, kami sengaja mampir ke sini untuk rehat sejenak sebelum kembali ke kota,” ujar Rina, salah satu pengunjung asal Samarinda.
Pemerintah Otorita IKN pun tak tinggal diam. Mereka mulai mengintegrasikan potensi ekowisata ke dalam rencana besar pembangunan. Konsep “kota dalam hutan” yang diusung sejak awal, kini mulai dirasakan wujudnya, bahkan oleh masyarakat umum yang baru pertama kali menjejakkan kaki di sana.
Menurut Kepala Otorita IKN, kawasan ini bukan hanya sekadar pusat administrasi baru, tapi juga akan menjadi rumah bagi keberlanjutan lingkungan. “Kami ingin agar masyarakat Indonesia melihat IKN sebagai tempat di mana teknologi modern dan pelestarian alam berjalan seiring,” ujarnya dalam konferensi pers akhir pekan lalu.
Pascalebaran juga menjadi momentum penting bagi pelaku usaha lokal. Banyak warga sekitar memanfaatkan tingginya kunjungan pascalibur dengan membuka warung makan, lapak oleh-oleh, hingga jasa pemandu lokal. Kehadiran mereka tak hanya memperkuat ekonomi desa sekitar, tapi juga memperkenalkan kearifan lokal khas Kalimantan Timur kepada para pendatang.
Di tengah gemuruh pembangunan infrastruktur, suara burung enggang dan desir angin dari pepohonan tetap menjadi pengingat: IKN bukan sekadar kota baru, tapi simbol keharmonisan manusia dan alam. Pesona yang tampak sederhana, namun justru menyimpan harapan besar bagi wajah baru Indonesia. (ath)









