Presiden Prabowo Pimpin Rapat Kabinet, Dilanjutkan dengan Buka Puasa Bersama Kabinet Merah Putih

Keakraban Presiden Prabowo dengan para menteri (BPMI Setpres)

Deal Nasional, Jakarta | Presiden Prabowo Subianto memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan Jakarta pada Jumat, 21 Maret 2025. Rapat ini membahas persiapan arus mudik Lebaran 2025 serta evaluasi kinerja pemerintahan selama lima bulan terakhir. Setelah rapat, jajaran Kabinet Merah Putih melanjutkan dengan acara buka puasa bersama, yang turut dihadiri Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan pejabat negara lainnya.

 

Read More

Evaluasi Kinerja dan Persiapan Mudik Lebaran

Sidang Kabinet Paripurna yang dipimpin oleh Presiden Prabowo membahas berbagai agenda strategis, terutama kesiapan pemerintah dalam menghadapi lonjakan arus mudik Lebaran 2025. Presiden menekankan pentingnya koordinasi lintas kementerian agar pelayanan terhadap masyarakat berjalan optimal.

Dalam rapat ini, Presiden juga mengevaluasi pencapaian program prioritas pemerintah dalam lima bulan terakhir. Beberapa sektor utama yang menjadi perhatian antara lain stabilitas harga kebutuhan pokok, infrastruktur transportasi, dan efektivitas program bantuan sosial selama Ramadan dan Lebaran.

Setelah sidang berakhir, Presiden dan seluruh jajaran Kabinet Merah Putih berkumpul untuk berbuka puasa bersama di Istana Kepresidenan.

 

Tausiah Ustaz Adi Hidayat: Integritas Pejabat Publik

Acara buka puasa bersama diawali dengan tausiah yang disampaikan oleh Ustaz Adi Hidayat (UAH). Dalam ceramahnya, UAH menekankan pentingnya integritas dan pengawasan diri bagi para pejabat negara.

“Nabi mengatakan inti puasa itu, dengan kau bisa terkoneksi pada Tuhanmu, maka itu akan berdampak penguatan pada karakter moralmu, sehingga membangun integritas yang kuat,” ujar Ustaz Adi Hidayat.

Ia mengingatkan bahwa setiap tindakan manusia selalu diawasi oleh Tuhan, sehingga para pejabat harus memiliki karakter moral yang tinggi. Menurutnya, integritas seseorang akan tetap terjaga meskipun tidak diawasi oleh atasan, karena ia merasa selalu dipantau oleh Tuhan.

“Sekalipun tidak dikontrol oleh pimpinan, tidak dilihat oleh pimpinan, tapi dia memiliki karakter moral yang tinggi, integritas yang kuat, merasa dipantau oleh Tuhan, inilah yang menjadikan seluruh aktivitasnya bisa berlangsung dengan benar dan baik,” lanjutnya.

Setelah tausiah, UAH memimpin doa berbuka puasa. Para hadirin kemudian menikmati hidangan berbuka yang telah disiapkan, termasuk kurma, air putih, es buah, dan es teh manis.

 

Meningkatkan Kebersamaan dan Sinergi Pemerintahan

Acara buka puasa bersama ini diharapkan dapat mempererat kebersamaan serta sinergi antar kementerian dan lembaga dalam mewujudkan pemerintahan yang efektif dan berdampak nyata bagi masyarakat.

Selain itu, momen ini juga menjadi ajang refleksi bagi para pejabat untuk meningkatkan integritas dan kualitas pelayanan publik selama bulan suci Ramadan.

Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan semangat kebersamaan dan pelayanan yang tulus kepada masyarakat dapat terus ditingkatkan, sejalan dengan nilai-nilai yang diajarkan selama bulan Ramadan. (wam)

Related posts