Wapres Gibran Terus Pantau Program Makan Bergizi Gratis

DEAL JAKARTA | Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka terus mengawasi pelaksanaan program unggulan pemerintah, Makan Bergizi Gratis (MBG), dengan melakukan kunjungan ke sejumlah sekolah di berbagai daerah di Indonesia. Program yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto ini bertujuan untuk mengurangi angka malnutrisi dan stunting di kalangan anak-anak sekaligus mendukung kesejahteraan petani lokal.

Pada Senin, 10 Februari 2025, Wapres Gibran meninjau langsung pelaksanaan MBG di SMA Negeri 10 Surabaya, Jawa Timur. Selama kunjungan, ia turut membagikan makanan bergizi kepada para siswa, yang meliputi ubi rebus, pentol, tumis sawi putih, serta buah semangka dan rambutan. Para siswa menyambut dengan antusias program ini karena tidak hanya menjamin kecukupan gizi mereka, tetapi juga membantu menghemat uang saku yang bisa dialokasikan untuk keperluan lain.

Read More

Selain di Surabaya, pada Selasa, 18 Februari 2025, Wapres Gibran juga meninjau pelaksanaan MBG di SMA Negeri 13 Jakarta. Dalam kesempatan tersebut, ia menerima berbagai masukan dari siswa mengenai menu makanan dan ketersediaan buah dalam setiap paket. Gibran menekankan pentingnya evaluasi berkelanjutan guna memastikan program ini berjalan dengan baik dan sesuai dengan kebutuhan para siswa.

Program MBG tidak hanya berfokus pada penyediaan makanan bergizi, tetapi juga membawa manfaat lain, seperti mendorong kebiasaan menabung di kalangan pelajar. Dengan adanya makanan gratis di sekolah, siswa dapat mengalokasikan uang saku mereka untuk membeli perlengkapan sekolah seperti alat tulis atau buku. Kepala Sekolah SMA Negeri 10 Surabaya, Teguh Santoso, menyatakan bahwa program ini sangat dinanti dan mendapatkan respons positif dari siswa karena mampu mengurangi pengeluaran harian mereka.

Namun, implementasi program ini juga menghadapi tantangan, terutama dalam hal pendanaan. Dengan target menjangkau hampir 90 juta anak dan ibu hamil, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 71 triliun untuk tahun 2025. Beberapa pihak mengkhawatirkan dampak program ini terhadap kondisi keuangan negara, terutama potensi meningkatnya utang nasional akibat tingginya biaya operasional.

Meskipun demikian, pemerintah tetap berkomitmen menjalankan program MBG sebagai langkah konkret dalam menanggulangi malnutrisi dan stunting di Indonesia. Wapres Gibran menegaskan pentingnya kerja sama antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat untuk memastikan keberlanjutan serta kesuksesan program ini demi mewujudkan generasi yang lebih sehat dan cerdas di masa depan. (ath)

Related posts