TikTok Didenda Rp161 Miliar Akibat Challenge Mematikan

Ilustrasi TikTok, screenshoot Google Play (File Photo)

Jakarta, DEAL TECHNO | Mahkamah Agung Venezuela menjatuhkan denda sebesar US$10 juta atau setara Rp161 miliar kepada platform media sosial TikTok. Denda ini diberikan karena TikTok dianggap lalai mencegah penyebaran video tantangan yang diduga menyebabkan kematian tiga anak di Venezuela.

Hakim Tania D’Amelio menegaskan bahwa TikTok telah bertindak secara ceroboh. Oleh karena itu, perusahaan diberi waktu delapan hari untuk membayar denda tersebut. Selain itu, TikTok juga diperintahkan untuk membuka kantor di Venezuela guna memastikan konten di platform tersebut sesuai dengan hukum yang berlaku di negara tersebut.

Read More

 

Kasus yang Menjadi Sorotan

Menurut laporan dari CNBC Indonesia, pada November 2024, Presiden Venezuela Nicolas Maduro menyalahkan TikTok atas kematian seorang gadis berusia 12 tahun. Gadis tersebut diduga meninggal setelah mengikuti tantangan TikTok yang melibatkan konsumsi pil penenang dalam jumlah berlebihan.

Menteri Pendidikan Venezuela, Hector Rodriguez, juga melaporkan kasus serupa. Ia menyebut seorang anak berusia 14 tahun meninggal dunia setelah mencium zat-zat beracun dalam upaya mengikuti video tantangan yang viral di TikTok. Pada 21 November 2024, Jaksa Agung Venezuela secara resmi menyatakan TikTok bertanggung jawab atas kematian tiga anak tersebut.

 

Langkah Hukum dan Pengawasan Konten

Meskipun denda telah dijatuhkan, Hakim Tania D’Amelio tidak merinci bagaimana pemerintah Venezuela akan memaksa TikTok, yang perusahaan induknya berbasis di Tiongkok, untuk membayar denda tersebut. Selama beberapa tahun terakhir, Venezuela juga telah memblokir berbagai situs web yang dianggap tidak mematuhi peraturan lokal yang ditetapkan oleh komisi telekomunikasi negara itu.

Keputusan untuk meminta TikTok membuka kantor di Venezuela bertujuan agar ada pengawasan langsung terhadap konten yang beredar di platform tersebut. Hal ini diharapkan dapat mencegah insiden serupa di masa depan.

 

Respons dan Implikasi

Kasus ini menyoroti tantangan besar yang dihadapi platform media sosial dalam mengelola konten yang diunggah oleh pengguna. Dengan jutaan pengguna aktif, pengawasan terhadap video tantangan berbahaya menjadi tugas yang sulit, namun sangat penting untuk melindungi keselamatan pengguna.

Mengutip CNBC Indonesia, TikTok dianggap tidak cukup proaktif dalam menangani masalah ini. “Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah Venezuela serius dalam melindungi warganya dari dampak buruk media sosial,” tulis CNBC Indonesia dalam laporannya.

Dengan denda besar dan tuntutan untuk membuka kantor di Venezuela, TikTok menghadapi tekanan besar untuk meningkatkan pengawasan konten dan memastikan keamanan pengguna.

 

Dikutip dari CNBC Indonesia: TikTok Didena Rp 161 Miliar, Bersalah Atas Kematian 3 Anak

Related posts