Modus Tersangka Selundupkan Mesin Cetak Uang Palsu ke Kampus UIN Makassar

Mesin cetak uang palsu yang digunakan tersangka sedang diperiksa oleh polisi di Mapolres Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Selasa (17/12). (Foto dari BBC News Indonesia, ANTARA FOTO/Arnas Padda)

Makassar, DEAL NASIONAL | Polisi berhasil mengungkap praktik produksi uang palsu yang dilakukan di area kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Gowa, Sulawesi Selatan. Modus operandi jaringan ini cukup mengejutkan, termasuk bagaimana mereka bisa menyelundupkan mesin cetak uang palsu ke lingkungan kampus.

Kapolres Gowa, AKBP Reonald Simanjuntak, menjelaskan bahwa jaringan ini memulai aksinya dari rumah seorang tersangka berinisial ASS, yang kini masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). “Produksi awal dilakukan di rumah ASS di Jalan Sunu, Makassar, sejak 2010,” ujarnya pada Jumat (20/12), mengutip laporan CNN Indonesia.

Read More

 

Produksi Beralih ke Kampus

Menurut Reonald, pada 2012 para pelaku mulai meningkatkan skala produksi mereka dan membutuhkan alat cetak yang lebih besar. Dengan bantuan Kepala Perpustakaan UIN Alauddin Makassar, Andi Ibrahim (AI), mesin cetak senilai Rp600 juta yang dipesan dari China berhasil diselundupkan ke dalam kampus pada malam hari tanpa diketahui pihak kampus.

“Mesin tersebut dibawa masuk ke ruang perpustakaan oleh AI pada September 2024. Mesin itu awalnya dibeli dari Surabaya dengan nilai fantastis,” jelas Reonald. Saat ini, Andi Ibrahim telah ditetapkan sebagai tersangka dan pihak kampus menyatakan bahwa ia telah dipecat.

Setelah mesin berada di kampus, pelaku mulai memproduksi uang palsu dalam jumlah besar. “Proses produksi di lokasi baru ini dimulai pada awal September 2024,” tambah Reonald.

 

Dugaan Pendanaan dan Tersangka Lain

Hingga kini, polisi telah menangkap 17 orang terkait kasus ini, termasuk dua oknum pegawai bank BUMN. Namun, penyelidikan masih terus berlangsung untuk mengejar tiga tersangka lain yang diduga menjadi pendana utama dalam jaringan ini.

“Pendananya masih dalam pengejaran dan kasus ini terus kami kembangkan,” kata Reonald.

Praktik ini mengungkap sisi kelam kejahatan terorganisir yang mampu menyusup hingga ke institusi pendidikan tinggi. Pihak berwenang kini berupaya memastikan tidak ada lagi celah bagi pelaku untuk melanjutkan aksinya.

 

Dikutip dari CNN Indonesia dengan judul Modus Tersangka Selundupkan Mesin Cetak Uang Palsu ke UIN Makassar

Related posts