DEAL NASIONAL | 16 November 2024 – Dalam kunjungan resminya ke Peru pada 14 November 2024, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto bertemu dengan Presiden Republik Peru Dina Boluarte. Pertemuan ini menandai langkah penting dalam mempererat hubungan bilateral kedua negara, khususnya menjelang peringatan 50 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Peru pada tahun 2025.
“Kunjungan resmi pertama saya sebagai Presiden Republik Indonesia ke Peru ini merupakan momentum yang baik untuk mempererat hubungan bilateral kedua negara,” ujar Presiden Prabowo dalam sambutannya, sebagaimana dikutip dari laman resmi Sekretariat Negara.
Contents
Undangan Resmi dan Perayaan Diplomasi 50 Tahun
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo secara resmi mengundang Presiden Dina Boluarte untuk mengunjungi Indonesia tahun depan. Kunjungan tersebut direncanakan untuk memperingati 50 tahun hubungan diplomatik antara kedua negara.
“Saya mengundang Presiden Republik Peru untuk mengunjungi Indonesia secara resmi dalam rangka HUT ke-50,” ungkap Presiden Prabowo.
Kerja Sama Ekonomi dan Kebudayaan
Pertemuan bilateral ini menghasilkan kesepakatan penting, termasuk perluasan kerja sama di bidang kebudayaan dan ekonomi. Presiden Prabowo menegaskan bahwa Indonesia akan membuka akses pasar bagi produk asal Peru, sebagai bentuk komitmen terhadap perdagangan yang lebih inklusif.
“Kami berharap dapat membangun hubungan bilateral yang kuat serta dalam konteks hubungan multilateral. Indonesia sebagai bagian dari ASEAN akan terus mendukung partisipasi Peru dalam ASEAN,” jelas Presiden Prabowo.
Kedua negara juga sepakat untuk mempercepat penyelesaian **Persetujuan Kemitraan Ekonomi Komprehensif (CEPA)** dalam enam bulan mendatang. Presiden Prabowo optimistis perjanjian tersebut dapat ditandatangani pada kunjungan Presiden Boluarte ke Indonesia.
Komitmen Bersama dalam Stabilitas Kawasan dan Keamanan
Selain membahas kerja sama ekonomi, kedua pemimpin menyoroti pentingnya menjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan Pasifik. Sebagai negara yang berbatasan dengan Samudra Pasifik, Indonesia dan Peru berbagi visi untuk menciptakan stabilitas kawasan yang berkelanjutan.
“Kita adalah negara Pasifik. Kita memiliki kepentingan terhadap perdamaian dan stabilitas di kawasan Pasifik,” tukas Presiden Prabowo, sebagaimana dikutip dari BPMI Setpres.
Pertemuan ini juga mencakup pembahasan kerja sama dalam pemberantasan narkotika, yang menjadi tantangan bersama bagi kedua negara.
Langkah Strategis untuk Hubungan Bilateral
Kunjungan Presiden Prabowo ke Peru mencerminkan komitmen kuat kedua negara untuk memperluas kemitraan strategis, baik dalam lingkup Bilateral maupun Multilateral. Dengan langkah ini, Indonesia dan Peru diharapkan dapat terus mempererat hubungan diplomatik dan membuka peluang kerja sama yang lebih luas di berbagai sektor.
**(Sumber: Sekretariat Negara RI)**








