Peringatan Hari Bumi: DMC Dompet Dhuafa dan BNPB Melakukan Penanaman 1.220 Bibit Pohon di Bandung Barat untuk Mengurangi Risiko Bencana Alam

Foto By : dmc.dompetdhuafa.org

DEAL NASIONAL | Dalam rangka memperingati Hari Bumi yang jatuh tiap 22 April, Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta lembaga kemanusiaan lainnya telah menggelar kegiatan penanaman bibit pohon di Desa Sadangmekar, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Acara ini bertujuan untuk menggalakkan kesadaran akan pentingnya kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi risiko bencana alam di sekitar kita.

Menurut Maizar Helmi, Staf Tanggap Darurat, Pemulihan, dan Kerelawanan DMC Dompet Dhuafa, sebanyak 1.220 bibit pohon dari berbagai instansi dan lembaga telah ditanam. Lokasi penanaman dipilih dengan cermat, mengingat daerah tersebut termasuk dalam kategori rawan longsor.

Read More

Sementara itu, Eny Supartini, Direktur Pemulihan dan Peningkatan Sosial, Ekonomi, dan Sumber Daya Alam BNPB, menjelaskan bahwa kegiatan penanaman pohon bertujuan untuk memulihkan sumber daya alam dan lingkungan setelah bencana banjir, tanah longsor, dan pergerakan tanah di Kabupaten Bandung Barat. Jenis tanaman yang ditanam meliputi tanaman vegetatif dan produktif seperti durian, kelengkeng, nangka, dan mangga.

Selain itu, Kabupaten Bandung Barat, tempat dilaksanakannya kegiatan ini, merupakan salah satu daerah yang rawan bencana longsor. Menurut laporan Kajian Risiko Bencana Kabupaten Bandung Barat 2017-2021, potensi bahaya tanah longsor di kabupaten tersebut mencapai luas 67.920 ha, hampir setara dengan seperempat luas lapangan Stadion Gelora Bung Karno (GBK).

Potensi kerugian akibat bencana tanah longsor di Kabupaten Bandung Barat juga sangat besar, mencapai Rp 3,803 triliun, dengan jumlah penduduk yang terpapar bencana mencapai 447.998 jiwa. Dompet Dhuafa berharap bahwa melalui kegiatan penanaman pohon ini, masyarakat dapat lebih sadar akan pentingnya menjaga lingkungan dan mengurangi risiko bencana alam.

Dengan upaya kolaboratif seperti ini, diharapkan bahwa dampak bencana alam dapat diminimalkan, dan lingkungan serta kehidupan masyarakat dapat lebih terlindungi. Semoga kegiatan ini menjadi langkah positif dalam menjaga keberlangsungan Bumi yang menjadi satu-satunya tempat kita tinggal. (wam)

Related posts