Mengasah Keterampilan Hukum di Bulan Suci: Pelatihan Paralegal Menyambut Ramadan

DEAL MEDAN | Merasakan semangat Ramadan yang kental, Persiapan Sekolah Paralegal Indonesia (PSPI) menggelar program pelatihan khusus bagi para calon paralegal. Dengan memadukan kegiatan pendidikan dan keagamaan, program ini menawarkan kesempatan berharga bagi para peserta untuk mengasah keterampilan hukum mereka sambil menjalankan ibadah puasa.

Dalam rangka menyambut bulan Ramadan yang penuh berkah, PSPI menyelenggarakan pelatihan paralegal khusus yang berlangsung selama bulan puasa. Pelatihan ini tidak hanya fokus pada pengembangan keterampilan hukum, tetapi juga memperhatikan aspek spiritualitas dan keagamaan para peserta.

Read More

“Dalam kondisi pandemi yang menuntut adaptasi, kami memutuskan untuk menyelenggarakan pelatihan paralegal selama bulan puasa sebagai upaya untuk memberikan pengalaman belajar yang holistik bagi para peserta,” kata Alim Thonthowi, Direktur PSPI.

Program ini tidak hanya menawarkan materi hukum yang relevan, tetapi juga menyediakan waktu khusus untuk refleksi dan ibadah bagi peserta yang menjalankan puasa. Dengan demikian, para peserta dapat mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan dalam pembelajaran mereka tentang sistem hukum.

“Selama bulan Ramadan, kita diajarkan untuk meningkatkan ibadah dan kebaikan. Melalui pelatihan ini, kami berharap para peserta dapat mengaplikasikan nilai-nilai tersebut dalam praktik hukum mereka di masa depan,” tambah Alim.

Selain itu, program ini juga memberikan kesempatan bagi peserta untuk berbagi pengalaman dan belajar dari praktisi hukum yang berpengalaman. Diskusi interaktif dan studi kasus praktis menjadi bagian penting dari pelatihan ini, memungkinkan peserta untuk memperdalam pemahaman mereka tentang berbagai isu hukum yang relevan.

“Dalam dunia hukum, tidak hanya keterampilan teknis yang penting, tetapi juga kemampuan untuk berempati dan beradaptasi dengan beragam situasi. Pelatihan paralegal selama bulan puasa ini memberikan kesempatan bagi kami untuk mengembangkan kedua aspek tersebut,” kata Yemima, salah satu peserta pelatihan.

Dengan menggabungkan pendidikan hukum dan nilai-nilai keagamaan, program pelatihan paralegal selama bulan puasa ini membuka jalan bagi para peserta untuk menjadi agen perubahan yang berintegritas dan berempati dalam sistem hukum yang dinamis. Diharapkan, melalui pengalaman ini, para calon paralegal akan siap menghadapi tantangan dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan bangsa. (ath)

Related posts