Mengemban Ambisi Modernitas: Perubahan Arab Saudi Menuju Masa Depan yang Lebih Canggih

Astronot Arab Saudi, Rayyanah Barnawi (kiri) dan Ali Alqarni (kanan), dalam pesawat yang akan mengantar mereka ke Stasiun Antariksa Internasional (ISS). Bersama astronot Amerika Serikat, Peggy Whitson (kedua dari kanan) dan pilot John Shoffner (kedua dari kiri), mereka meluncur ke luar angkasa pada Minggu (21/5/2023) malam waktu Florida, AS. (kompas.id)

DEAL TEKNO | Arab Saudi, sebuah negara dengan sejarah yang kaya dan tradisi yang kuat, telah meluncurkan dirinya ke dalam era modernitas yang berapi-api. Dalam beberapa tahun terakhir, kerajaan tersebut telah mengambil langkah-langkah besar untuk mengubah dirinya menjadi masyarakat yang lebih maju secara teknologi, ekonomi, dan sosial. Dari pencapaian dalam kecerdasan buatan hingga upaya memperluas peran perempuan dalam masyarakat, Arab Saudi telah menunjukkan ambisinya untuk mengikuti arus modernitas.

Salah satu inisiatif yang menonjol adalah misi antariksa mereka. Pada Senin (29/5/2023), Rayyanah Barnawi dan Ali Alqarni, dua astronot Arab Saudi, memulai persiapan untuk meninggalkan Stasiun Antariksa Internasional (ISS). Misi ini merupakan bagian dari visi jangka panjang Pangeran Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman. Pangeran MBS, seperti yang sering diajukan, telah menjadi pendorong utama di balik perubahan Arab Saudi sejak naik tahta Raja Salman bin Abdulaziz pada Januari 2015. Melalui Visi 2030, Pangeran MBS bermaksud untuk mengubah secara total Arab Saudi menjadi sebuah masyarakat yang lebih modern.

Read More

Satu aspek penting dari perubahan tersebut adalah pengangkatan perempuan ke posisi-posisi penting dalam masyarakat. Pangeran MBS telah memperbolehkan perempuan Arab Saudi untuk bepergian tanpa harus didampingi oleh kerabat pria dan telah menunjuk Reema binti Bandar sebagai Duta Besar Arab Saudi di Washington DC sejak Februari 2023. Melalui tindakan-tindakan ini, Arab Saudi telah membuktikan bahwa tidak ada lagi pembatasan terhadap perempuan dalam negara tersebut. Sekarang, perempuan dapat mencapai dan menjadi apa pun yang mereka inginkan di Arab Saudi.

Emansipasi perempuan merupakan bagian integral dari Visi 2030. Arab Saudi menyadari bahwa dengan memanfaatkan potensi penuh tenaga kerja perempuan, mereka dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan mencapai kemakmuran yang lebih besar. Selain itu, mereka juga sedang mengubah paradigma pengelolaan haji dan umrah, dengan tujuan meningkatkan jumlah jamaah dari berbagai negara asing menjadi 30 juta orang per tahun pada tahun 2030. Hal ini diharapkan dapat memberikan pendapatan setidaknya 15 miliar dolar AS per tahun. Dengan langkah-langkah ini, Arab Saudi berusaha untuk mencari sumber pendapatan baru yang akan menggantikan pendapatan mereka dari minyak dan gas, yang pada akhirnya akan habis.

Di samping upaya mencari pendapatan baru, Arab Saudi juga berinvestasi dalam teknologi mutakhir. Salah satu contohnya adalah penggunaan komputer super untuk mengolah data dalam pencarian cadangan baru minyak dan gas. Arab Saudi telah memiliki tujuh dari 500 komputer tercepat di dunia, sebagian besar dioperasikan di Universitas

 Sains dan Teknologi Raja Abdullah (KAUST) di Jeddah. Selain itu, mereka juga mengincar pengembangan kecerdasan buatan (AI), termasuk penggunaan AI dalam industri layanan kesehatan. Ini menunjukkan bahwa Arab Saudi sedang berusaha untuk menjadi pemimpin dalam bidang teknologi dan inovasi.

Namun, ambisi Arab Saudi tidak berhenti di situ. Mereka juga memiliki keinginan untuk mengembangkan energi nuklir untuk keperluan sipil. Meskipun beberapa kendala telah muncul dalam perjalanan mereka, seperti penolakan AS untuk membantu mereka dengan teknologi nuklir, Arab Saudi tidak menyerah. Mereka siap melakukan apa pun untuk mendapatkan teknologi nuklir tersebut, bahkan bersedia mengakui kedaulatan Israel sebagai imbalan bantuan teknologi dari AS.

Arab Saudi telah membuktikan dirinya sebagai negara yang memiliki ambisi modernitas yang besar. Dalam beberapa tahun terakhir, mereka telah memperlihatkan komitmen mereka untuk membangun masyarakat yang lebih maju secara teknologi, ekonomi, dan sosial. Dengan langkah-langkah seperti pengangkatan perempuan ke posisi-posisi penting, pengembangan sektor pariwisata, dan investasi dalam teknologi mutakhir, Arab Saudi siap menghadapi masa depan yang lebih canggih. Mereka ingin mengubah citra mereka dari sekadar produsen minyak menjadi pusat inovasi dan teknologi. Dengan keberanian dan tekad yang kuat, Arab Saudi mengemban ambisi modernitas mereka dengan langkah-langkah yang semakin maju dan terarah ke masa depan.

Related posts