DEAL EKBIS | Sambal adalah makanan khas masyarakat Indonesia, tidak tertuju pada masyarakat di pulau mana ataupun daerah apa, sambal selalu menjadi santapan nikmat di lidah, apalagi mereka yang suka pedas.
Aneka macam sambal yang lahir di nusantara ini, mulai sejak zaman kerajaan sampai sekarang. Sebut saja sambalado, sambal yang dicampur dengan rempah-rempah dan dimasak dengan bumbu turun menurun.
Secara ekonomi dan bisnis, sambalado banyak digemari masyarakat kelas bawah hingga menengah, bahkan sekelas menteri pun suka makan sambalado, apalagi jika sambal itu dicampuri pete dan terong ungu, wow!
“Nikmat, pete dan terong satu kesatuan yang tak terpisahkan, mantap di lidah,” kata Nces Nabati, presenter acara Bikin Laper Trans TV.
Menurutnya, kolaborasi sambalado, pete dan terong goreng, merupakan makanan khas masyarakat asli Indonesia, bahkan sebagian masyarakat Melayu akrab dengan masakan itu.
Tanpa santan, hanya sajian rempah-rempah seperti cabai merah, tomat, cabai hijau, bumbu dan digoreng, setelah selesai baru dicampuri pete segar dan terong ungu.
Makanan seperti ini sebagaimana disebutkan Nilam Sauqi, pengamat kuliner dari Universitas Antar Bangsa Malaysia sebagai makanan berbasis kearifan lokal. Sambalado campur peter dan terong, menjadi santapan lezat bagi masyarakat lokal secara turun temurun, alhasil disebut kearifan lokal suatu daerah. Tak hanya itu, budaya nusantara pun terlukiskan dari sambal, pete dan terong.
Sambalado pete dan terong, biasanya tersaji di setiap rumah makan Minang, rumah makan Melayu dan rumah makan masing-masing daerah. Saat mencarinya di café ataupun restoran luar negeri, sambalado pete dan terong pasti tak ditemukan. Mau mencoba? Silahkan hubungi redaksi! (ath)









