DEAL NASIONAL | Sebagaimana dilansir Reuters, Gubernur Negara Bagian Montana, Greg Gian forte pada hari Rabu menandatangani undang-undang untuk melarang TikTok yang dimiliki oleh China beroperasi di Negara bagian tersebut untuk “melindungi warga Montana” dari dugaan pengawasan pemerintah China, menjadikannya Negara bagian pertama di Amerika Serikat yang melarang aplikasi video pendek yang popular tersebut.
Berikut ini adalah daftar rinci tuduhan AS terhadap perusahaan dan induknya, Byte dance.
Manajemen Tiktok terikat dengan pemerintah Cina
Direktur FBI, Chris Wray pada bulan November tahun lalu mengatakan, TikTok menimbulkan risiko keamanan nasional, dan menambahkan bahwa perusahaan-perusahaan China pada dasarnya diharuskan untuk “melakukan apapun yang diinginkan oleh pemerintah China dalam hal berbagi informasi atau menjadi alat pemerintah China.”
Anggota Kongres AS pada bulan Maret lalu juga mengeluhkan bahwa pemerintah China memiliki “saham emas” di Byte Dance (perusahaan Induk Tiktok), yang memberikannya kekuasaan atas TikTok.
Namun pihak TikTok mengatakan bahwa “entitas yang berafiliasi dengan pemerintah China hanya memiliki 1% dari anak perusahaan Byte Dance, yaitu Douyin Information Service,” dan mengatakan bahwa kepemilikan tersebut “tidak berpengaruh terhadap layanan global Byte Dance di luar China, termasuk TikTok.”
TikTok dapat digunakan untuk mempengaruhi orang Amerika
Chris Wray juga mengatakan bahwa layanan TikTok di AS menimbulkan masalah keamanan nasional karena pemerintah China dapat memanfaatkan aplikasi berbagi video tersebut untuk memengaruhi pengguna atau mengontrol perangkat mereka.
Risiko termasuk “kemungkinan bahwa pemerintah China dapat menggunakan TikTok untuk mengontrol pengumpulan data jutaan pengguna atau mengontrol algoritma rekomendasi (konten), yang dapat digunakan untuk mempengaruhi pengguna,” kata Wray kepada anggota parlemen AS.
Kekhawatiran tentang layanan Tiktok juga pernah diungkapkan oleh Direktur Badan Keamanan Nasional, Paul Nakasone yang pada bulan Maret lalu mengatakan bahwa ia khawatir tentang data yang dikumpulkan TikTok, algoritma yang digunakan untuk menyebarkan informasi kepada pengguna, dan “kontrol terhadap siapa yang memiliki algoritma tersebut.”
Dia menegaskan bahwa platform TikTok memungkinkan dapat member pengaruh yang luas karena TikTok dapat secara proaktif memengaruhi pengguna dan juga dapat “mematikan pesan.”
Pihak TikTok membantah dengan mengatakan bahwa mereka “tidak mengizinkan pemerintah manapun untuk mempengaruhi atau mengubah model (konten) rekomendasinya.”
TikTok akan menyerahkan data orang Amerika kepada pejabat pemerintah China
Anggota parlemen AS menuduh bahwa pemerintah China, di bawah undang-undang Intelijen Nasional tahun 2017, dapat memaksa Byte Dance untuk membagikan data pengguna TikTok.
TikTok berargumen bahwa karena didirikan di California dan Delaware, TikTok tunduk pada hukum dan peraturan AS.
Kepala eksekutif TikTok mengatakan perusahaan tidak pernah, dan tidak akan pernah, membagikan data pengguna AS dengan pemerintah Cina
Penggunaan TikTok membahayakan kesehatan mental anak-anak
Pada Maret 2022, delapan Negara bagian, termasuk California dan Massachusetts, melakukan penyelidikan tentang apakah TikTok menyebabkan kerusakan kesehatan fisik atau mental pada anak muda dan apa yang diketahui perusahaan tentang perannya dalam kerusakan tersebut.
Penyelidikan ini berfokus pada bagaimana TikTok meningkatkan keterlibatan pengguna muda, termasuk dugaan meningkatkan durasi waktu yang dihabiskan di platform dan seberapa sering platform tersebut digunakan.
TikTok mengatakan telah mengambil berbagai kebijakan. “untuk membantu memastikan bahwa remaja di bawah 18 tahun memiliki pengalaman yang aman dan menyenangkan di aplikasi ini dan pemberlakukan pembatasan tidak ada di platform lain yang sebanding.” (alfi)








